Keris Carito Keprabon Sultan Agung
| Kode | 048 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Carito Keprabon Sultan Agung
Keris Carito Keprabon
Keris Carito Keprabon adalah salah satu dhapur keris berlekuk sebelas (luk 11) yang termasuk langka dan memiliki posisi terhormat dalam tatanan tosan aji. Nama Carito Keprabon secara harfiah berarti pusaka yang berhak berada di lingkungan praja atau keprabon (keraton). Dengan kata lain, keris jenis ini bukan sembarang bilah, ia dibuat untuk kalangan bangsawan, pangeran, hingga orang yang memegang jabatan penting dalam pemerintahan Mataram.
TANGGUH MATARAM SULTAN AGUNG
Keris tangguh Sultan Agung (abad 17) dikenal sebagai salah satu puncak kesempurnaan tempa:
Ciri khasnya:
- pasikutan demes: bentuk bilah enak dipandang, serasi, matang
- besi tampak mentah tetapi kuat, warna abu-hitam kehijauan
- garap rapi, ricikan tegas tetapi tidak berlebihan
- pamor mubyar, menyebar, namun tetap halus
Era Sultan Agung adalah masa ketika Mataram menjadi kerajaan terbesar di Jawa setelah Majapahit. Para empu istana seperti Ki Nom, Empu Brajanata, Ki Wongsopati, Ki Supawijan, dan para mpu sentana keraton mencapai puncak kualitas garap. Keris dari era ini cenderung bertuah kepemimpinan, kewibawaan, perlindungan, serta ketajaman pikiran.
DHAPUR CARITO KEPRABON LUK 11
Dhapur Carito Keprabon membawa ciri khusus:
- Luk 11
- Ricikan: sekar kacang, jenggot, lambe gajah 1, pejetan, sogokan rangkap, greneng
- Bentuk gagah namun tetap “alus” khas keraton
- Dibuat dengan tingkat ketelitian tinggi
- Makna simbolik Carito Keprabon:
- Carita = kisah, perjalanan
- Keprabon = kedaton, pusat kekuasaan
Maka Carito Keprabon adalah keris simbol perjalanan kepemimpinan, pusaka bagi orang yang ditakdirkan memiliki peran penting dalam masyarakat.
Luk 11 sendiri adalah lambang:
✔ Keselarasan lahir-batin
✔ Pemikiran yang dalam
✔ Kemampuan memimpin tanpa memaksa
✔ Kewibawaan alami
✔ Keluwesan dalam menghadapi persoalan
PAMOR KULIT SEMANGKA
Pamor Kulit Semangka adalah pamor miring yang tampil seperti guratan kulit buah semangka: garis-garis selang-seling terang dan gelap.
Makna filosofinya:
- Ketenangan hati
- Kejernihan pikiran
- Keberuntungan yang stabil
- Ketahanan dalam menghadapi tekanan
- Kesejukan batin namun tetap penuh daya
Pada masa Mataram, pamor ini sering diberikan kepada pejabat sipil maupun militer yang harus mengemban amanah berat, karena dipercaya membantu pemilik memiliki pikiran dingin namun keputusan tegas.
Dalam konteks metafisik kejawen, pamor ini juga dipandang sebagai pamor perlindungan dan harmonisasi energi, cocok untuk pemimpin yang sering menghadapi tekanan tinggi.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: dhapur keris carita keprabon, filosofi keris carita keprabon, keris carita keprabon, keris carito keprabon, Keris Carito Keprabon Sultan Agung, keris garap, keris garap dalem, keris garap dalem keraton, keris keraton, Keris Kuno, Keris Luk 11, keris pusaka, Keris Sepuh, Keris Tangguh Pajang, pusaka keris, tuah keris carita keprabon
Keris Carito Keprabon Sultan Agung
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 121 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Dhapur Brojol Kata Brojol dalam pemaknaan tradisional sering dikaitkan dengan sesuatu yang keluar, lolos, atau terbebas dari suatu keadaan yang menghimpit. Karena itu, Brojol dapat menjadi perlambang perjalanan manusia ketika berhasil melewati sebuah ujian. Hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada masa seseorang merasa terhimpit oleh persoalan, kehilangan arah, atau menghadapi jalan yang seolah tertutup…. selengkapnya
Rp 6.500.000Keris Sengkelat Luk 13 dengan pamor Segoro Muncar adalah salah satu pusaka yang sarat makna filosofis, spiritual, dan estetika tinggi dalam tradisi tosan aji Jawa. Mengacu pada tangguh Mataram era Sultan Agung, keris ini mencerminkan kekuatan kepemimpinan, kewibawaan, dan kelimpahan rezeki. Sejarah & Tangguh Pada masa Kerajaan Kesultanan Mataram, khususnya era Sultan Agung (abad ke-17),… selengkapnya
Rp 22.222.000 Rp 25.555.000Filosofi Pandawa Cinarito Kata Pandawa membawa kita kepada lima kesatria dalam pewayangan: Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Lima tokoh tersebut dapat direnungkan sebagai lima karakter yang saling melengkapi: Yudhistira — kebijaksanaan, kejujuran, dan ketenangan. Bima — keberanian, keteguhan, dan kekuatan. Arjuna — ketajaman pikiran, konsentrasi, dan kemampuan bertindak. Nakula — ketulusan, keindahan budi, dan… selengkapnya
Rp 3.500.000Jenis Pusaka : Keris Luk 5 Dhapur: Pandawa Pamor : Pedaringan Kebak / Akhyodiat Meteor Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Kayu Timoho Pendok: Blewahan Pangeranan Bahan : Mamas Keris Pandawa Luk 5 ( Lambang Darah Ningrat, Kepribadian Ksatria dan Wibawa Pemimpin ) Dalam dunia perkerisan, Keris Pandawa atau… selengkapnya
Rp 24.444.000 Rp 28.110.600Filosofi Singo Barong Singo Barong mengambil simbol singa, yang secara filosofis dapat dikaitkan dengan keberanian, ketegasan, kekuatan, dan kewibawaan. Dalam pemaknaan budaya, singa bukan hanya menggambarkan kekuatan untuk menghadapi pihak lain, tetapi juga kemampuan mengendalikan kekuatan tersebut. Seorang yang memiliki wibawa tidak harus selalu menunjukkan kekerasan; justru kewibawaan dapat muncul dari keteguhan sikap, ketenangan, dan… selengkapnya
Rp 100.000.000Keris Tilam Upih Pamor Lar Gangsir mempunyai perpaduan simbol yang menarik. Tilam Upih erat dengan filosofi ketenteraman, sandaran hidup, dan kesejahteraan keluarga, sedangkan Pamor Lar Gangsir secara tradisional dimaknai sebagai perlambang kelancaran jalan, kemampuan mencari peluang, dan kecerdikan menghadapi kehidupan. Sementara itu, Tuban merupakan salah satu kawasan penting di pesisir utara Jawa yang mempunyai sejarah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Kolomunyeng Nama Kolomunyeng dapat direnungkan sebagai gambaran sesuatu yang bergerak, hidup, dan mempunyai daya untuk menghadapi keadaan. Dalam pemaknaan simbolik, nama tersebut dapat dijadikan ajaran agar manusia tidak menjadi pribadi yang mudah menyerah atau diam ketika menghadapi perubahan. Kehidupan selalu bergerak. Keadaan ekonomi berubah, hubungan berubah, kekuasaan berubah, dan zaman berubah. Maka Kolomunyeng… selengkapnya
Rp 15.555.000Filosofi Dhapur Sempana Nama Sempana dapat direnungkan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan impian, cita-cita, atau harapan yang ingin dicapai. Dalam kehidupan, seseorang tidak akan sampai pada tujuan tanpa memiliki arah. Karena itu, Sempana dapat menjadi perlambang: cita-cita yang jelas, tekad untuk mencapai tujuan, keberanian memulai perjalanan, dan kemampuan mempertahankan harapan ketika menghadapi kesulitan. Namun cita-cita… selengkapnya
Rp 19.500.000Jenis : Lurus Dhapur : Jalak Sangu Tumpeng Pamor : Wengkon Isen Tangguh : Tuban Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Trembalo Pisang Pendok : Bunton Polos Bahan : Tembaga Dhapur Jalak Sangu Tumpeng Keris Jalak Sangu Tumpeng adalah salah satu dhapur keris lurus yang berukuran sedang. Nama ini berasal dari simbol burung jalak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Nogo Sosro Luk 9 Kinatah Emas Kamarogan adalah sebuah mahakarya seni pusaka yang mengundang decak kagum. Keris ini bukan sekadar benda bersejarah, melainkan suatu warisan budaya yang memancarkan keanggunan dan keunikan. Sebagai salah satu permata koleksi kami, keberadaan keris ini merambah wilayah legendaris dan fenomenal. Daya tarik utama dari Keris Nogo Sosro Luk 9… selengkapnya
Rp 100.000.000 Rp 115.000.000






Keris Jalak Tilam Sari HB V
JORAN TEGEK DAIWA SHARP HUNTER 8H
Selut Mendak Keris
Keris Naga Siluman Luk 7 Tangguh Mataram Kartasura
Stand Jagrak Keris Isi 3 Ukiran Naga Kayu Jati
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.