Keris Pandawa Luk 5 Mataram Sultan Agung
Rp 24.444.000 Rp 28.110.600| Kode | 033 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
Keris Pandawa Luk 5 Mataram Sultan Agung
- Jenis Pusaka : Keris Luk 5
- Dhapur: Pandawa
- Pamor : Pedaringan Kebak / Akhyodiat Meteor
- Tangguh : Mataram Sultan Agung
- Warangka : Ladrang Surakarta Iras
- Bahan : Kayu Timoho
- Pendok: Blewahan Pangeranan
- Bahan : Mamas
Keris Pandawa Luk 5 ( Lambang Darah Ningrat, Kepribadian Ksatria dan Wibawa Pemimpin )
Dalam dunia perkerisan, Keris Pandawa atau sering disebut Keris Pendowo adalah salah satu dhapur luk lima yang memiliki kedudukan sangat tinggi. Pada masa lampau, keris ini hanya dimiliki oleh raja, bangsawan dan keluarga trah ningrat. Menjadikannya simbol status sosial, garis darah luhur serta penanda kewibawaan seorang pemimpin.
Bilahnya yang luwes, simetris dan tampak halus namun berwibawa. Membuat Keris Pandawa dianggap sebagai keris yang memadukan kecerdasan, keberanian serta kesucian batin. Tidak mengherankan bila keris ini disebut-sebut sebagai salah satu dapur wibawa paling tinggi dalam tatanan keris.
Filosofi Dhapur Pandawa Luk 5
Nama Pandawa merujuk pada lima ksatria luhur dalam Mahabharata:
Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.
Setiap lakon Pandawa mengandung nilai moral yang menjadi dasar filosofi keris ini:
1. Yudhistira – Keadilan & Keteguhan Moral
Melambangkan keteguhan hati pemiliknya, kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan bertindak berdasar kebijaksanaan.
2. Bima – Keberanian & Ketegasan
Mewakili pendirian yang kokoh, keberanian menghadapi tantangan, serta kemampuan memutuskan perkara dengan hati bersih.
3. Arjuna – Kecerdasan & Kehalusan Budi
Mewakili kecerdasan, pengendalian diri, dan kemampuan memimpin dengan ketajaman intuisi.
4. Nakula – Kesetiaan & Kerendahan Hati
Melambangkan kejujuran dan kesetiaan kepada nilai-nilai luhur.
5. Sadewa – Kesucian Batin & Ketulusan
Menjadi penanda kejernihan hati, spiritualitas, dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Luk 5 dalam filosofi bermakna pancer manungsa/lima panca indera.
Dhapur Pandawa mengajarkan bahwa kesempurnaan seorang manusia lahir ketika ia mampu mengendalikan lima inderanya untuk mendekat kepada Tuhan.
Karena itu, Keris Pandawa bukan sekadar benda pusaka. Tetapi panduan kepemimpinan, petuah moral, dan simbol laku spiritual bagi pemiliknya.
Tangguh Mataram Sultan Agung — Masa Keemasan Para Empu
Keris Pandawa ini berasal dari tangguh Mataram Sultan Agung, maka nilai historisnya meningkat berkali lipat. Pada masa inilah dunia perkerisan mencapai puncaknya, baik dalam estetika, teknik tempa, maupun kualitas pamor.
Mengapa masa Sultan Agung disebut surga para Empu ?
1. Reformasi Besar-Besaran dalam Seni dan Budaya
Sultan Agung melakukan pembaruan dalam:
- penanggalan Jawa
- tata budaya keraton
- penulisan naskah-naskah sastra
- penataan pasikutan keris
Hal ini membuat gaya keris Mataram menjadi indah, gagah, dan rapi.
2. Rakyat Diperbolehkan Memiliki Keris
Sebelumnya, keris adalah hak terbatas kalangan bangsawan. Sultan Agung mengumumkan bahwa rakyat umum boleh memiliki keris tanpa takut dirampas.
Kebijakan ini memicu ledakan kreativitas para Empu, karena permintaan meningkat drastis.
3. Para Empu diberi Kebebasan Berkreasi
Empu diperkenankan:
- membuat kembali model-model keris kuno
- memadukan gaya lama dengan gaya Mataram
- membuat pamor terbaik sesuai inspirasi dan laku batin
Akibatnya, keris tangguh ini dikenal dengan:
- bentuk yang kokoh namun tetap halus
- pasikutan yang cetha (tegas)
- garap yang matang dan simetris
4. Pemberian Pusaka sebagai Kehormatan
Sultan Agung menandai jasa prajurit dan pejabat dengan pemberian pusaka:
- keris emas bergambar sada sakler untuk prajurit
- ron-ronan untuk wadana
- gajah & singa untuk perwira
- anggrek emas untuk kerabat dan patih dalem
Hal ini memperkuat posisi keris sebagai simbol prestasi.
Tags: filosofi keris pandawa, Keris Pandawa Luk 5 Mataram Sultan Agung, luk 5, pamor pendaringan kebak, tuah keris pandawa
Keris Pandawa Luk 5 Mataram Sultan Agung
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 105 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Filosofi Keris Tilam Upih Tilam Upih secara sederhana dapat dimaknai dari kata tilam, yaitu alas/tempat berbaring, dan upih, yang merujuk pada pelepah pembungkus atau selubung dari bagian tanaman pinang/kelapa. Dalam tafsir budaya perkerisan, bentuknya yang lurus dan sederhana justru membawa filosofi yang dalam: ketenteraman, kesederhanaan, kerukunan, dan kebahagiaan keluarga. Tradisi perkerisan juga kerap menempatkan Tilam… selengkapnya
Rp 3.500.000 Rp 5.000.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Junjung Derajat Tangguh: Tuban Mojopahit Warangka: Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Deder: Kayu Trembalo Mendak: Parijata, Bahan Tembaga Pendok: Blewah Polos, Bahan Temaga Pamor Junjung Derajat – Simbol Pengangkatan Martabat Junjung Derajat merupakan pamor istimewa yang paling banyak diburu pecinta tosan aji, karena motifnya yang unik dan tuahnya yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDhapur Panji Anom — Simbol Perjuangan Kesatria Muda Keris Panji Anom (Panji Nom) adalah salah satu dhapur lurus yang sejak masa lampau hingga kini tetap dicari oleh para pecinta dan kolektor keris. Secara visual, bilahnya lurus dengan karakter sedikit membungkuk alus, panjang sedang, dan permukaan bilah nggigir sapi, menandakan besi yang padat, matang, dan berisi…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Nogo Siluman Nogo Siluman merupakan salah satu nama dhapur yang mempunyai simbolisme kuat. Nogo atau naga dalam kebudayaan Jawa dan Nusantara sering menjadi lambang kekuatan, kewibawaan, penjagaan, dan kekuasaan atas suatu ruang kehidupan. Sedangkan siluman dapat direnungkan bukan semata-mata sebagai sesuatu yang gaib, melainkan sebagai sesuatu yang tidak selalu tampak di permukaan. Dari… selengkapnya
Rp 45.555.000Dhapur Kebo Lajer Keris Kebo Lajer merupakan salah satu dhapur keris lurus tertua dan paling disegani dalam dunia perkerisan Jawa. Kata kebo melambangkan: kekuatan besar, kesabaran, daya tahan, pengabdian tanpa pamrih. Sedangkan lajer berarti lurus dan polos, mencerminkan: kejujuran, kesederhanaan, dan kekuatan sejati yang tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan. Secara pakem, Kebo Lajer sering disebut… selengkapnya
Rp 35.555.000 Rp 38.500.000Filosofi Dhapur Sabuk Inten Sabuk Inten secara harfiah dapat dibayangkan sebagai sabuk atau ikat pinggang yang dihiasi intan. Sabuk merupakan sesuatu yang mengikat dan menjaga agar sesuatu tetap berada pada tempatnya. Inten atau intan melambangkan sesuatu yang berharga, kuat, dan bercahaya. Secara filosofis, Sabuk Inten dapat dimaknai sebagai: “Mengikat diri dengan nilai-nilai luhur agar kemuliaan… selengkapnya
Rp 12.500.000Filosofi Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas Keris Naga Singa Luk 9 Kinatah Emas merupakan pusaka yang secara simbolik memadukan tiga unsur kuat: Naga, Singa, dan Emas, ditambah karakter Luk 9. Dalam tradisi perkerisan, makna filosofis seperti ini sebaiknya dibaca sebagai simbol dan piwulang budaya, bukan sebagai kepastian tentang tuah gaib. 1. Naga —… selengkapnya
Rp 44.444.000KERIS PARUNGSARI Keris Parungsari menempati posisi istimewa sebagai pusaka yang memadukan keindahan, ketajaman rasa, dan filosofi kehidupan yang matang. Dapur ini tidak hanya menampilkan keelokan bentuk, tetapi juga menyimpan doa panjang tentang keselarasan hidup, kemakmuran, dan kejernihan batin. DHAPUR PARUNGSARI Kata Parungsari berasal dari kata parung (tajam, lurus, tegas) dan sari (inti, esensi). Secara simbolik,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKeris Tilam Sari Keris Tilam Sari termasuk salah satu dhapur keris lurus yang halus, berwibawa, dan sarat makna simbolik. Kata tilam berarti alas tidur, tempat beristirahat, sedangkan sari berarti inti, esensi, atau yang paling utama. Secara filosofis, Tilam Sari dimaknai sebagai tempat bersemayamnya inti kehidupan, pusat ketenangan lahir dan batin. Dalam tradisi Jawa, dhapur ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CS






Keris Jalak Nguwuh Makoro Kinatah Emas
Keris Pandawa Lare Luk 5 Pamor Keleng Tangguh Majapahit
Jagrak Stand Keris Isi 5 Pusaka Ukiran Naga Liong Kayu Jati
Keris Jalak Sangu Tumpeng Madura Sepuh
Blawong Keris Isi 2 Ukiran Wayang Sungging Kayu Jati
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.