Keris Sempana Luk 9 Pamor Pancuran Mas
Rp 19.500.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Sepuh |
- Jenis : Luk 9
- Dhapur : Sempana
- Pamor : Pancuran Mas
- Tangguh : Demak
- deder : Canteng
- Bahan : Eben
- Mendak : Widhengan
- Bahan : Tembaga
- Warangka : Ladrang Surakarta Iras
- Bahan : Trembalo
- Pendok : Blewah Cukid
- Bahan : Kuningan
- panjang Bilah : 36,5 Cm
- P Gonjo : 8 cm
- panjang pesi : 7,3 cm
Keris Sempana Luk 9 Pamor Pancuran Mas
Filosofi Dhapur Sempana

Nama Sempana dapat direnungkan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan impian, cita-cita, atau harapan yang ingin dicapai.
Dalam kehidupan, seseorang tidak akan sampai pada tujuan tanpa memiliki arah.
Karena itu, Sempana dapat menjadi perlambang:
- cita-cita yang jelas,
- tekad untuk mencapai tujuan,
- keberanian memulai perjalanan,
- dan kemampuan mempertahankan harapan ketika menghadapi kesulitan.
Namun cita-cita tidak cukup hanya dibayangkan.
“Cita-cita tanpa laku hanyalah angan-angan; cita-cita yang disertai ketekunan akan menjadi jalan menuju kenyataan.”
Sempana dengan demikian dapat dimaknai sebagai ajaran agar manusia memiliki tujuan hidup sekaligus bersedia menjalani proses untuk mencapainya.
Makna Luk 9

Luk 9 dapat direnungkan sebagai simbol perjalanan yang tidak selalu lurus.
Lekukan pada bilah menggambarkan bahwa kehidupan memiliki banyak perubahan arah. Ada keberhasilan, kegagalan, kehilangan, pertemuan, dan ujian yang semuanya ikut membentuk kedewasaan seseorang.
Angka sembilan juga sering mendapat tempat khusus dalam simbolisme Jawa karena berkaitan dengan berbagai konsep kesempurnaan dan keseimbangan.
Dalam konteks filosofis keris ini:
“Jalan menuju tujuan boleh berliku, tetapi niat dan tujuan hendaknya tetap terarah.”
Luk 9 mengajarkan keteguhan tanpa kekakuan: mampu menghadapi perubahan tanpa kehilangan arah.
Filosofi Pamor Pancuran Mas

Nama Pancuran Mas menghadirkan gambaran yang sangat kuat:
Pancuran → sesuatu yang mengalir dari sumber.
Mas → emas, sesuatu yang bernilai dan berharga.
Secara simbolik, Pancuran Mas dapat direnungkan sebagai aliran kemuliaan, rezeki, ilmu, dan kebaikan yang terus mengalir.
Air yang keluar dari pancuran tidak berhenti pada sumbernya. Ia mengalir dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Begitu pula rezeki dan ilmu.
“Apa yang mengalir kepada kita hendaknya tidak berhenti pada kita, tetapi menjadi manfaat bagi kehidupan di sekitar kita.”
Karena itu, Pancuran Mas tidak hanya dapat dimaknai sebagai lambang kelimpahan harta, tetapi juga kelimpahan:
- ilmu,
- kesempatan,
- kesehatan,
- kasih sayang,
- hubungan baik,
- dan kebermanfaatan.
Makna “Mas”
Emas memiliki sifat bernilai, indah, dan tahan terhadap perubahan.
Dalam filosofi kehidupan, emas dapat menjadi simbol nilai luhur.
Tetapi nilai sejati seseorang tidak hanya terlihat dari kekayaan yang dimiliki.
“Jangan hanya menjadi kaya dalam harta; jadilah kaya dalam budi, ilmu, dan manfaat.”
Maka Pancuran Mas dapat direnungkan sebagai harapan agar rezeki yang datang membawa kemuliaan, bukan kesombongan.
Sempana Luk 9 Pamor Pancuran Mas
Jika seluruh unsur tersebut dibaca sebagai satu kesatuan:
Sempana → cita-cita dan harapan.
Luk 9 → perjalanan penuh ujian menuju kematangan.
Pancuran → sesuatu yang terus mengalir.
Mas → nilai, kemuliaan, dan keberhargaan.
Maka filosofi keseluruhannya:
“Miliki cita-cita yang tinggi, jalani perjalanan dengan keteguhan, dan jadikan setiap rezeki serta keberhasilan sebagai sumber kebaikan yang terus mengalir.”
Dengan kata lain, keberhasilan bukanlah akhir perjalanan. Ketika seseorang memperoleh kelimpahan, justru muncul tanggung jawab baru untuk menggunakan kelimpahan tersebut secara bijaksana.
Sejarah Keris Demak
Dalam periodisasi tradisi perkerisan Jawa, tangguh Demak ditempatkan pada sekitar abad XVI. Tangguh merupakan cara tradisional untuk membaca gaya, zaman, dan lingkungan pembuatan keris, sehingga istilah “Demak” dalam tangguh tidak semata-mata berarti sebuah keris dibuat di tempat yang sekarang disebut Kabupaten Demak.
Kemunculan tradisi Demak berkaitan erat dengan perkembangan Kesultanan Demak sebagai salah satu kekuatan politik dan keagamaan penting di Jawa pada masa transisi dari era Majapahit menuju kerajaan-kerajaan Islam.
Raden Patah dan Lahirnya Demak
Tokoh yang secara tradisional dianggap sebagai pendiri Kesultanan Demak adalah Raden Patah.
Demak sebelumnya merupakan kawasan penting di pesisir utara Jawa. Di bawah Raden Patah, Demak berkembang menjadi pusat kekuasaan, perdagangan, dan penyebaran Islam.
Salah satu peninggalan paling penting dari periode tersebut adalah Masjid Agung Demak, yang menurut tradisi dibangun dengan keterlibatan Raden Patah dan Wali Songo. Masjid ini menjadi simbol kuat hubungan antara kekuasaan Demak, dakwah Islam, dan kebudayaan Jawa.
Masjid Agung Demak juga memperlihatkan perpaduan unsur Islam dan arsitektur tradisional Jawa, antara lain melalui bentuk atap tumpang tiga dan penggunaan saka guru.
Pati Unus dan Sultan Trenggana
Setelah Raden Patah, Demak dilanjutkan oleh Pati Unus dan kemudian Sultan Trenggana.
Pada masa Sultan Trenggana, Demak mencapai salah satu puncak kekuatannya. Sejumlah sumber sejarah menempatkan pemerintahannya sekitar 1521–1546, ketika Demak menjadi kekuatan politik yang sangat berpengaruh di Jawa.
Pengaruh Demak berkembang ke berbagai wilayah pesisir dan pedalaman Jawa. Pada periode ini, jaringan perdagangan dan penyebaran Islam semakin berkembang.
Demak juga mempunyai hubungan erat dengan jaringan Wali Songo, yang berperan besar dalam perkembangan Islam di Jawa. Masjid Agung Demak menjadi salah satu simbol penting dari jaringan tersebut.
Tradisi Keris pada Masa Demak
Masa Demak merupakan periode penting dalam sejarah tosan aji karena berada pada masa transisi kebudayaan besar di Jawa.
Tradisi keris tidak tiba-tiba muncul bersama berdirinya Demak. Sebaliknya, tradisi pembuatan keris yang telah berkembang sejak masa sebelumnya mengalami kelanjutan dan perubahan dalam lingkungan Islam-Jawa.
Karena itu, keris Demak dapat dipahami sebagai bagian dari kesinambungan tradisi Jawa yang mengalami perkembangan pada masa munculnya kerajaan-kerajaan Islam.
Dalam konteks tersebut, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata atau perlengkapan busana, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, status, simbol kepemimpinan, dan kebudayaan masyarakat Jawa.
Tags: Filosofi Dhapur Sempana, Filosofi Pamor Pancuran Mas, Keris Demak, Keris Sempana Luk 9 Pamor Pancuran Mas, Luk 9
Keris Sempana Luk 9 Pamor Pancuran Mas
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 16 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Jenis : Lurus Dhapur : Jalak Sangu Tumpeng Pamor : Wengkon Isen Tangguh : Tuban Majapahit Warangka : Ladrang Surakarta Bahan : Trembalo Pisang Pendok : Bunton Polos Bahan : Tembaga Dhapur Jalak Sangu Tumpeng Keris Jalak Sangu Tumpeng adalah salah satu dhapur keris lurus yang berukuran sedang. Nama ini berasal dari simbol burung jalak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis: Keris Lurus Dhapur: Jalak Ngore Pamor: Blarak Sineret Tangguh: Mataram Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho Pendok : Blewah Sepuh Emas Motif : Lung-Lungan Bahan : Kuningan
*Harga Hubungi CSKERIS DHAPUR BUTO IJO Keris Buto Ijo dalam jagat perkerisan bukan sekadar bentuk artistik, melainkan manifestasi simbolik watak kekuatan besar. Kekuatan yang bila dikendalikan akan menjadi pelindung, namun bila dilepas dapat berubah menjadi kehancuran. Keris ini hadir dengan karakter keras, wingit, dan berwibawa, mencerminkan fase awal kebangkitan Mataram Islam yang masih berakar kuat pada tradisi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Keris Tilam Upih Tilam Upih secara sederhana dapat dimaknai dari kata tilam, yaitu alas/tempat berbaring, dan upih, yang merujuk pada pelepah pembungkus atau selubung dari bagian tanaman pinang/kelapa. Dalam tafsir budaya perkerisan, bentuknya yang lurus dan sederhana justru membawa filosofi yang dalam: ketenteraman, kesederhanaan, kerukunan, dan kebahagiaan keluarga. Tradisi perkerisan juga kerap menempatkan Tilam… selengkapnya
Rp 3.500.000 Rp 5.000.000Filosofi Dhapur Carita Keprabon Nama Carita Keprabon dapat direnungkan sebagai carita atau cerita tentang keprabon, yaitu dunia kepemimpinan, kerajaan, dan tanggung jawab seorang penguasa. Secara filosofis, ia bukan sekadar menggambarkan kemegahan seorang raja, tetapi justru mengingatkan bahwa keprabon adalah amanah. Seorang pemimpin bukan hanya seseorang yang berada di tempat paling tinggi. Ia adalah orang yang… selengkapnya
Rp 23.500.000Jenis: Keris Luk 5 Dhapur: Kebo Kantong Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Madiun Sepuh Warangka: Branggah Yogyakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 14.444.000 Rp 16.666.000Filosofi Keris Regol Karno Tinanding Karno Tinanding atau Karno Tanding secara tradisional dimaknai sebagai sesuatu yang berhadapan atau bertanding. Dalam tradisi pewayangan, nama Karno juga mengingatkan pada Adipati Karna, tokoh Mahabharata yang terkenal dengan keberanian, kesetiaan, harga diri, dan keteguhan memegang amanah. Dalam tradisi perkerisan, Karno Tinanding sering diberi filosofi: manusia harus berani menghadapi lawan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKERIS PARUNGSARI Keris Parungsari menempati posisi istimewa sebagai pusaka yang memadukan keindahan, ketajaman rasa, dan filosofi kehidupan yang matang. Dapur ini tidak hanya menampilkan keelokan bentuk, tetapi juga menyimpan doa panjang tentang keselarasan hidup, kemakmuran, dan kejernihan batin. DHAPUR PARUNGSARI Kata Parungsari berasal dari kata parung (tajam, lurus, tegas) dan sari (inti, esensi). Secara simbolik,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFilosofi Dhapur Tilam Upih Tilam Upih merupakan salah satu dhapur keris lurus yang dikenal dalam tradisi keris Jawa. Nama Tilam Upih dapat direnungkan melalui gambaran upih, yaitu pelepah pembungkus atau pelindung pada bagian tertentu tanaman pinang/kelapa. Sementara tilam berkaitan dengan tempat berbaring atau pembaringan. Secara filosofis, perpaduan tersebut dapat dimaknai sebagai perlindungan, ketenteraman, dan tempat… selengkapnya
Rp 4.500.000Jenis Pusaka: Keris Lurus Dhapur: Brojol Pamor: Junjung Derajat Tangguh: Tuban Mojopahit Warangka: Ladrang Surakarta, Kayu Trembalo Deder: Kayu Trembalo Mendak: Parijata, Bahan Tembaga Pendok: Blewah Polos, Bahan Temaga Pamor Junjung Derajat – Simbol Pengangkatan Martabat Junjung Derajat merupakan pamor istimewa yang paling banyak diburu pecinta tosan aji, karena motifnya yang unik dan tuahnya yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CS







Warangka Keris Ladrang Surakarta Bahan GG
Keris Tilam Upih Pamor Pendaringan Kebak
Patung Ganesha Ukiran Kayu Jati
Logo Real Madrid Ukiran Kayu Jati
Keris Sempono Luk 9 Pamor Lar Gangsir
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.