Beranda » Keris Sepuh » Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh
click image to preview activate zoom

Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh

Rp 6.500.000
Stok Tersedia
Kategori Keris Sepuh

Jenis : Keris Lurus
Dhapur : Jalak Nyucup Madu
Pamor : Wengkon Isen
Tangguh : HB
Warangka : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho
Deder/Handle : Nunggak Semi, Bahan Kayu Kemuning Bang
Pendok : Bunton, Bahan Kuningan
Mendak : Bejen, Bahan Kuningan

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh

Filosofi Dhapur Jalak Nyucup Madu

Jalak Nyucup Madu termasuk dhapur keris lurus dengan ukuran bilah normal. Ciri yang lazim disebut antara lain gandhik polos, pejetan, tikel alis, sogokan depan yang pendek, serta greneng.

Namanya dapat direnungkan dari tiga kata:

Jalak — burung yang dalam simbol tradisional sering dikaitkan dengan kecerdasan dan kemampuan bergaul.

Nyucup — menyerap atau mengisap.

Madu — sesuatu yang manis dan bernilai.

Maka filosofi Jalak Nyucup Madu dapat dimaknai sebagai:

“Pandai menyerap sari kehidupan yang baik.”

Manusia hendaknya mampu mengambil pelajaran dari setiap pengalaman. Tidak semua yang ditemui harus ditiru, tetapi dari setiap peristiwa selalu ada sesuatu yang dapat dipetik sebagai pengetahuan.

Karena itu Jalak Nyucup Madu mengajarkan:

  • cerdas membaca keadaan,
  • pandai bergaul,
  • mampu berkomunikasi dengan baik,
  • mau belajar dari pengalaman,
  • dan mencari rezeki melalui jalan yang baik.

Dalam penafsiran tradisional, Jalak Nyucup Madu juga dikaitkan dengan kemampuan membangun hubungan sosial dan mencari penghidupan tanpa merugikan pihak lain.


Makna “Nyucup Madu”

Ada filosofi yang lebih dalam pada kata madu.

Madu berasal dari sari bunga yang dikumpulkan sedikit demi sedikit.

Begitu pula kehidupan.

Keberhasilan jarang datang sekaligus.

Ia merupakan kumpulan dari:

  • pengalaman,
  • ilmu,
  • kerja keras,
  • hubungan baik,
  • kesabaran,
  • dan doa.

Maka nyucup madu dapat menjadi perlambang seseorang yang pandai mengambil sari kebaikan dari kehidupan.

Bukan mengambil semuanya.

Bukan merusak sumbernya.

Tetapi mengambil secukupnya dan tetap menjaga sumber kehidupan.

Inilah yang kemudian melahirkan sebuah piwulang:

“Njupuk paedahe, aja ngrusak sumbering paedah.”

Ambillah manfaatnya, tetapi jangan merusak sumber manfaat tersebut.


Filosofi Pamor Wengkon Isen

Wengkon secara simbolik dapat dikaitkan dengan batas, pagar, atau wilayah yang dijaga. Sementara isen dapat direnungkan sebagai sesuatu yang mengisi.

Karena itu Wengkon Isen dapat dimaknai sebagai:

“Membatasi sekaligus mengisi.”

Dalam kehidupan, manusia membutuhkan batas.

Batas antara:

  • hak dan kewajiban,
  • kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain,
  • keinginan dan keserakahan,
  • keberanian dan kecerobohan,
  • keterbukaan dan kehilangan prinsip.

Tanpa batas, sesuatu yang baik sekalipun dapat berubah menjadi berlebihan.

Karena itu Wengkon Isen dapat menjadi simbol pengendalian diri.

Salah satu sumber populer mengenai pamor Wengkon Isen juga menafsirkan wengkon sebagai pagar atau batas. Penafsiran seperti ini sebaiknya ditempatkan sebagai makna simbolik tradisional, bukan klaim perlindungan gaib yang terbukti secara ilmiah.


Wengkon Isen: Batas yang Harus Diisi

Ada makna yang menarik jika kata wengkon dan isen tidak dipisahkan.

Wengkon tanpa isen hanyalah batas kosong.

Isen tanpa wengkon dapat menjadi sesuatu yang tidak terarah.

Dalam kehidupan:

Batas memberikan arah, sedangkan isi memberikan makna.

Manusia harus tahu batas dirinya, tetapi batas tersebut harus diisi dengan:

ilmu, tata krama, tanggung jawab, kesetiaan, dan kebajikan.

Maka Wengkon Isen bukan hanya tentang menjaga diri dari sesuatu yang buruk, tetapi juga tentang mengisi diri dengan sesuatu yang baik.


Jalak Nyucup Madu + Wengkon Isen

Jika kedua unsur tersebut disatukan, muncul filosofi yang sangat kuat:

Jalak Nyucup Madu
→ pandai menyerap kebaikan dan mencari penghidupan.

Wengkon Isen
→ mampu menjaga batas dan mengisi kehidupan dengan nilai.

Maka:

“Pandai mengambil sari kehidupan, tetapi tetap tahu batas dalam menjalankannya.”

Inilah keseimbangan antara kepandaian dan pengendalian diri.

Seseorang boleh pandai mencari rezeki.

Boleh memiliki banyak relasi.

Boleh memiliki kedudukan.

Boleh mengejar cita-cita.

Tetapi semuanya harus memiliki wengkon—batas dan prinsip.


Sejarah Keris HB — Hamengku Buwana

Apabila “HB” yang dimaksud adalah tradisi keris Kasultanan Yogyakarta, maka pembahasannya berkaitan dengan lingkungan budaya Keraton Yogyakarta dan para Hamengku Buwana.

Kasultanan Yogyakarta berdiri setelah Perjanjian Giyanti 1755, yang membagi Mataram menjadi dua pusat kekuasaan utama, yaitu Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Tradisi keris kemudian terus hidup di lingkungan keraton dan masyarakat Yogyakarta.

Dalam budaya Jawa, keris bukan hanya senjata. Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta menjelaskan bahwa keris merupakan bagian penting dari kelengkapan budaya Jawa dan lingkungan kerajaan/keraton, termasuk sebagai benda pusaka serta perlengkapan upacara.

Keris juga memiliki hubungan erat dengan status sosial dan tata busana tradisional. Karena itu, dalam lingkungan keraton, keris dapat mempunyai fungsi simbolis yang berkaitan dengan kedudukan, kehormatan, dan identitas seseorang.


Tradisi Keris di Lingkungan Yogyakarta

Perkembangan keris Yogyakarta tidak terlepas dari keberlanjutan tradisi Mataram.

Keris mengalami perkembangan bentuk dan gaya sesuai lingkungan zaman serta daerah. Dalam terminologi perkerisan, perubahan gaya tersebut dikenal melalui konsep tangguh, yang digunakan untuk mengelompokkan gaya berdasarkan zaman dan daerah pembuatannya.

Karena itu, ketika kita menyebut keris HB, perlu hati-hati membedakan antara:

  • keris yang benar-benar memiliki atribusi historis tertentu,
  • keris yang dibuat pada lingkungan atau periode Kasultanan Yogyakarta,
  • dan keris yang kemudian diberi penyebutan HB berdasarkan tradisi kolektor.

Nama HB saja belum cukup untuk menentukan usia atau asal sebuah bilah.

Tags: , , , , ,

Keris Jalak Nyucup Madu HB Sepuh

Berat 2500 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 5 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja