Beranda » Masterpiece » Keris Parungsari Luk 13 Sedayu TUS
click image to preview activate zoom
Edisi Terbatas

Keris Parungsari Luk 13 Sedayu TUS

Kode026
Stok Tersedia
Kategori Masterpiece
Tentukan pilihan yang tersedia!
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Parungsari Luk 13 Sedayu TUS

  • Jenis Pusaka : Keris Luk 13
  • Dhapur : Parungsari
  • Pamor : Keleng Hurap
  • Tangguh : Sedayu Majapahit ( Empu Supo )
  • Warangka : Gayaman Surakarta
  • Bahan : Kayu Cendana Wangi Lamen
  • Pendok : Blewah Motif Modang
  • Bahan : Tembaga

Tangguh Sedayu – Empu Pangeran Sedayu
(Legenda, Sejarah dan Warisan Estetik Keris)

Dalam khazanah tosan aji Jawa, Tangguh Sedayu menempati posisi tersendiri sebagai salah satu aliran garap bilah yang paling dihormati. Ciri-cinya dikenal matang, halus, berwibawa dengan karakter bentuk yang menunjukkan kemampuan teknis dan olah batin sang empunya. Tradisi ini tidak lepas dari sosok legendaris: Empu Supa Mandrangi, yang bergelar Pangeran Sedayu. Salah satu empu paling terkenal dalam sejarah Majapahit.

Asal-Usul Empu Supa Mandrangi

Dalam babad dan cerita tutur masyarakat Jawa, Empu Supa Mandrangi pada masa muda dikenal dengan nama Supa Mandrangi, seorang pemuda tekun dan berbakat dalam pembuatan keris. Ia memiliki adik bernama Supagati, yang kelak menjadi panjak setianya dalam menempakan bilah-bilah keris terbaik.

Keahlian Supa Mandrangi dalam tosan aji begitu masyhur sehingga ia berniat mengabdikan ilmunya kepada Keraton Majapahit. Namun saat ia tiba, Majapahit sedang diguncang kabar besar: hilangnya pusaka keraton Kanjeng Kyai Sumelang Gandring dari Gedong Pusaka.

Raja Majapahit lalu memanggil Supa Mandrangi. Titah raja jelas:
Jika Empu Supa mampu menemukan kembali pusaka kerajaan, maka ia akan diterima sebagai abdi dalem keraton dan dianugerahi kedudukan terhormat.

Empu Supa menerima tugas tersebut, memohon petunjuk, lalu berkelana ke arah timur mengikuti firasat. Sejak meninggalkan Majapahit, ia sengaja menggunakan nama samaran Empu Rambang, dari kata ngelambrang (berjalan tanpa tujuan pasti). Beberapa versi menyebut Supa sempat berguru kepada Empu Kasa di Madura, meskipun sebagian sumber menyatakan bahwa nama tersebut hanyalah alias lain dari Supa sendiri.

Kisah di Blambangan & Pembuatan Putran Gandring

Perjalanan Empu Rambang membawanya ke Kadipaten Blambangan. Ia lebih dulu bertemu Empu Ki Luwuk, kemudian diterima menghadap Adipati Menak Dadali Putih. Di sini ia menyebut diri sebagai Ki Pitrang dan diminta membuat duplikat (putran) dari sebuah keris lurus yang sangat indah.

Saat melihatnya, Ki Pitrang segera mengetahui bahwa keris tersebut sebenarnya adalah Kanjeng Kyai Sumelang Gandring yang hilang dari Majapahit.

Ki Pitrang menerima permintaan itu namun bersyarat: selama 40 hari tidak seorang pun boleh memasuki besalen. Dibantu adiknya Supagati, Ki Pitrang bekerja dengan tekun dan diam-diam membuat dua bilah putran.

Saat tiba waktunya menyerahkan hasilnya, Adipati Blambangan terpesona melihat keindahan keduanya. Ia tidak mampu membedakan mana yang asli dan mana yang duplikat, padahal keduanya adalah putran. Sementara keris asli telah diselipkan dengan aman pada Ki Supa. Karena kekagumannya, Adipati Dadali Putih menikahkan adiknya dengan Ki Pitrang dan memberinya banyak hadiah.

Kembali ke Majapahit & Gelar Pangeran Sedayu

Setelah menyelesaikan tugas rahasia itu, Ki Supa kembali ke Majapahit. Raja Majapahit sangat gembira menyambut kembalinya pusaka kerajaan yang hilang. Sebagai tanda penghargaan, Ki Supa dinikahkan dengan salah seorang putri raja dan diberi tanah perdikan di Sedayu.

Sejak saat itu ia bergelar:

Empu Pangeran Sedayu

Keris-keris buatannya pun kemudian dikenal dengan sebutan tangguh Sedayu, ditandai oleh:

  • Bentuk bilah yang proporsional dan anggun
  • Tempa yang matang
  • Ricikan presisi
  • Aura wibawa dan keteduhan khas buatan empu yang telah mapan secara lahir batin

Walau telah menjadi bangsawan kaya raya, Pangeran Sedayu tidak meninggalkan dunia perkerisan, bahkan puncak karya-karyanya lahir pada masa ini.

Keris Parungsari
(Jejak Estetika, Simbol Keikhlasan dan Kebijaksanaan Hidup)

Parungsari terdiri atas kata parung (lereng bukit/lembah) dan sari (bunga/inti). Makna ini menggambarkan lanskap yang damai dan subur, sebuah metafora kehidupan yang penuh keselarasan.

Makna Filosofis Parungsari;

  • Simbol keikhlasan
  • Ketulusan tanpa pamrih
  • Kesederhanaan yang berbuah kemuliaan
  • Keindahan yang datang dari keharmonisan, bukan dari paksaan
  • Kematangan budi dan jati diri

Filosofi ini sejalan dengan pepatah Jawa:
Urip iku mung mampir ngombe. Wong mati ninggal jeneng, dudu banda.
Manusia dikenang bukan oleh hartanya, melainkan oleh kebaikan yang diwariskannya.

Karakter Fisik Parungsari

  • Bentuk bilah anggun dan proporsional
  • Lekukan tidak berlebihan tetapi berwibawa
  • Ricikan rapi dan simetris
  • Kesan elegan, sejuk dan mranani

Parungsari sering dianggap keris yang memancarkan aura keteduhan dan keharmonisan bagi pemiliknya.

Pamor Keleng Hurap
(Ketulusan, Kedalaman Batin dan Kematangan Tempa)

Kategori keris keleng adalah keris tanpa pamor hias, bilahnya hitam polos, mengutamakan kematangan tempa dan kesempurnaan garap. Dalam dunia empu, keris keleng justru mencerminkan tingkat kemahiran teknis dan kedalaman batin tertinggi.

Makna Pamor Keleng Hurap

  • Simbol empu yang menep, yakni menenangkan diri dari nafsu duniawi
  • Melambangkan ketulusan, keheningan, dan keikhlasan
  • Kekuatan esoteri yang lebih luas karena tidak terikat oleh pola pamor tertentu
  • Mengajarkan keselarasan antara perilaku, laku batin dan lingkungan

Kualitas Teknis

Baru bisa disebut keleng hurap, bila:

  • bilah benar-benar matang tempa
  • warna hitamnya pekat, merata, tidak belang
  • permukaan bilah hidup (kemedangan tampak dalam pencahayaan)
  • ricikan tetap jelas dan tajam

Bilah keleng yang baik justru menunjukkan kelas seorang empu, karena tanpa pamor sama sekali, tidak ada ruang untuk menutupi cacat tempa.

Tags: , , , , , ,

Keris Parungsari Luk 13 Sedayu TUS

Berat 2000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 88 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja