Bethok Jalak Budho Medang Kamulan
Rp 28.888.000 Rp 33.221.200| Kode | 032 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Masterpiece |
Bethok Jalak Budho Medang Kamulan
SEJARAH & FILOSOFI JALAK BUDHO KUNO
(Dhapur Purba dari Zaman Mataram Budha – Sesepuh Tertua dalam Dunia Tosan Aji)
Dari berbagai penemuan arkeologis, para ahli sepakat bahwa dhapur Jalak Budho merupakan salah satu bentuk keris paling tua di Nusantara. Bahkan dianggap sebagai cikal bakal dhapur jalak yang kita kenal hari ini.
Kenapa Jalak ? Karena burung Jalak adalah fauna yang sangat dekat dengan kehidupan petani Jawa. burung Jalak selalu hadir di sawah, mengusir hama dan kerap dianggap sebagai saudara sekaligus penjaga ladang.
Secara bentuk, Jalak Budho memiliki ciri-ciri purba:
- bilah lurus, lebar & tebal
- gandhik tanpa ornamen
- pejetan dangkal
- sogokan rangkap (depan–belakang)
- tidak kaya ricikan
- lebih mengutamakan ketegasan bentuk daripada keindahan pamor
Bentuk ini bukan kebetulan. Ia memuat makna maknawi burung Jalak, terutama bagian kepala dan paruh—sebagai simbol penjaga rakyat tani.
Filosofi Asal-Usul – Berdasarkan Serat Pustaka Raja Purwa
Menurut Serat Pustaka Raja Purwa, awal mula dhapur Jalak berhubungan dengan Prabu Sri Samaratungga, Raja Mataram Budha yang memerintah sekitar tahun 792–835 M.
Raja ini dikenal bijaksana, rendah hati, dan suka blusukan. Ia sering menyamar sebagai rakyat desa untuk menyaksikan langsung kehidupan petani.
Dalam sebuah perenungan, Sang Prabu mendapat wangsit:
“Jika rakyat ingin sejahtera, muliakanlah Jalak (penjaga hidup para petani).”
Burung Jalak menjadi inspirasi karena:
- Melambangkan kejujuran
- Selalu hidup dalam kebersamaan
- Menjaga keseimbangan alam
- Membersihkan hama
- Melambangkan pelindung kehidupan agraris
Atas titah Sang Raja, para empu keraton mencipta keris yang memuat sifat burung Jalak. Lahirnya dhapur Jalak Budho menjadi penanda era awal estetika keris Nusantara.
Prabu Samaratungga lalu memaklumatkan:
“Sun muliakake Sang Jalak Budha dados raksa naga-ra.”
(Aku muliakan Jalak Budho sebagai penjaga negara.)
Dari sini, Jalak Budho menjadi keris pusaka negara : simbol pengayom, pelindung dan penjaga keseimbangan negara agraris Mataram Budha.
Simbolisme Maknawi Keris Jalak Budho
1. Kepala Burung Jalak → Pejetan & sogokan
- Pejetan = dahi Jalak
- Sogokan depan = paruh atas
- Sogokan belakang = paruh bawah & leher
Ricikan ini bukan estetika semata, tapi bentuk visual maknawi dari burung Jalak sebagai penjaga.
2. Lambang Kebersamaan Raja & Rakyat
Jalak Budho mengajarkan bahwa:
- Negara kokoh karena rakyat tani
- Pejabat harus turun ke rakyat
- Kekuasaan tanpa pengayoman = parasit.
Itulah sebabnya Jalak Budho selalu dikaitkan dengan jiwa kepemimpinan yang membumi.
3. Filosofi Kehalusan Budi
Burung Jalak, meski kecil, mampu membawa manfaat besar.
Begitu pula keris ini: tidak pamer pamor, tidak memamerkan keindahan. Namun ruh-nya tua, adem, njawani dan menjadi sesepuh dari seluruh keris.
HUBUNGAN DENGAN KERIS TINDIH (KABUDHAN)
Keris Jalak Budho masuk kategori Kabudhan, yaitu keris sangat tua yang sering ditemukan:
- Sungai mati
- Sawah kuno
- Bekas kuburan
- Daerah erosi sungai
- Lahan ladang yang telah berabad-abad hilang
Keris Kabudhan mempunyai sifat:
- Adem.
- Netral.
- Menyeimbangkan energi.
- Meredam panas pusaka lain.
- Menjadi guru bagi keris-keris muda.
Inilah alasan Jalak Budho dianggap keris tindih paling tua.
TANGGUH MEDANG KAMULAN
Kelanjutan Mataram Kuno : Masa Isyana (± 929–1016 M)
Medang Kamulan (atau Medang di Jawa Timur) adalah kelanjutan langsung dari Kerajaan Mataram Kuno yang sebelumnya berpusat di Jawa Tengah.
Ketika Gunung Merapi meletus dan menghancurkan pusat pemerintahan Mataram, Mpu Sindok memindahkan kerajaan ke Jawa Timur (tahun 929 M).
Di sinilah lahir:
- Dinasti Isyana.
- pusat pemerintahan baru di Watan Mas.
- kebangkitan budaya, seni dan teknologi metalurgi.
Poin-Poin Historis
1. Pendiri: Mpu Sindok (Rakai Halu Dyah Wawa)
Mewarisi legitimasi Raja Mataram Kuno. Berperan memindahkan pusat pemerintahan dan membuka era baru.
2. Corak Keagamaan
- Mataram Tengah ( Budha ).
- Medang Timur ( Hindu-Siwa ).
Perubahan ini mempengaruhi seni pembuatan keris, terutama bentuk-bentuk sederhana seperti Jalak Budho.
3. Masa Kejayaan di Era Airlangga (1019–1045)
Airlangga membangun:
- pelabuhan Hujung Galuh (cikal bakal Surabaya).
- waduk & irigasi besar.
- sistem kependudukan stabil.
Era Airlangga dikenal sebagai fase kemakmuran Jawa Timur kuno.
4. Keruntuhan Tahun 1016 M
Medang diserang oleh pasukan Sriwijaya. Raja Dharmawangsa gugur dalam peristiwa pralaya.
Setelah itu wilayah terpecah menjadi:
- Kerajaan Kediri.
- Kerajaan Janggala.
Tags: Bethok Jalak Budho Medang Kamulan, Betok, dhapur jalak budho, keris jalak, Pamor Keleng, Pusaka Temuan, pusaka tindih, Tangguh Medang Kamulan
Bethok Jalak Budho Medang Kamulan
| Berat | 1000 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 82 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR PASOPATI – LAMBANG KEPEMIMPINAN & KETEGUHAN 1. Ricikan Dhapur Pasopati Keris Pasopati adalah salah satu dhapur keris lurus paling populer karena nilai simbolik dan filosofi kepemimpinannya. Secara teknis Pasopati memiliki ciri-ciri: Kembang Kacang Pogog Jalen (ri pandan) Lambe Gajah satu Sogokan Rangkap Tikel Alis Sraweyan Greneng Memakai ada-ada Permukaan bilah nggigir sapi Bentuk bilah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Luk 13 Dhapur / Bentuk : Singo Barong Kinatah Emas Pamor / Gambar : Udan Mas Tiban Meteor Tangguh / Est Era Pembuatan : Mataram Era Senopaten Panjang Bilah : 35,1 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Bahan Rangka : Kayu Timoho Pelet Sampir Handle / Gagang : Kayu Trembalu Pendok : Bunton… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKERIS NOGO SILUMAN Keris Nogo Siluman merupakan salah satu dhapur yang sudah muncul pada periode akhir Majapahit hingga awal Mataram Islam, namun mencapai puncak penggemar pada masa Sultan Agung (1613–1645). Pada periode Sultan Agung, banyak pusaka yang dibuat sebagai simbol: keteguhan, kewibawaan, dan kemakmuran negara Lambang hubungan antara Raja sebagai jagad cilik dengan Ketuhanan sebagai… selengkapnya
Rp 55.555.000 Rp 65.555.000Jenis Pusaka : Keris Luk 13 Dhapur : Nogo Rojo ( Kinatah Emas Kamarogan ) Pamor : Wos Wutah Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Nagasari Pendok : Blewah Kemalo Merah Bahan : Tembaga
*Harga Hubungi CSMakna & Filosofi Dhapur Nogo Sosro Keris Nogo Sosro merupakan salah satu dhapur keris paling berwibawa dan sakral dalam tradisi Jawa. Kata Nogo (naga) melambangkan: kekuatan, kewibawaan raja, penjaga keseimbangan alam. Sedangkan Sosro (seribu) bermakna: kelimpahan, kekuasaan besar, pengaruh luas. Nogososro secara tradisional dikaitkan dengan: kepemimpinan tinggi, kewibawaan, dan kharisma penguasa. Keris dhapur ini dahulu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 13 Dhapur : Parungsari Pamor : Keleng Hurap Tangguh : Sedayu Majapahit ( Empu Supo ) Warangka : Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Cendana Wangi Lamen Pendok : Blewah Motif Modang Bahan : Tembaga Tangguh Sedayu – Empu Pangeran Sedayu (Legenda, Sejarah dan Warisan Estetik Keris) Dalam khazanah tosan aji… selengkapnya
*Harga Hubungi CS








Keris Tilam Sari Brojoguno
Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat
Keris Sabuk Inten Luk 11 Tangguh Banten
Keris Sempana Pamor Pancuran Mas
Papan Nama Jabatan Meja Kantor
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.