Beranda » Masterpiece » Bethok Jalak Budho Medang Kamulan
click image to preview activate zoom
Diskon
13%
Edisi Terbatas

Bethok Jalak Budho Medang Kamulan

Rp 28.888.000 Rp 33.221.200
Hemat Rp 4.333.200
Kode032
Stok Tersedia
Kategori Masterpiece
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Bethok Jalak Budho Medang Kamulan

SEJARAH & FILOSOFI JALAK BUDHO KUNO
(Dhapur Purba dari Zaman Mataram Budha – Sesepuh Tertua dalam Dunia Tosan Aji)

Dari berbagai penemuan arkeologis, para ahli sepakat bahwa dhapur Jalak Budho merupakan salah satu bentuk keris paling tua di Nusantara. Bahkan dianggap sebagai cikal bakal dhapur jalak yang kita kenal hari ini.

Kenapa Jalak ? Karena burung Jalak adalah fauna yang sangat dekat dengan kehidupan petani Jawa. burung Jalak selalu hadir di sawah, mengusir hama dan kerap dianggap sebagai saudara sekaligus penjaga ladang.

Secara bentuk, Jalak Budho memiliki ciri-ciri purba:

  • bilah lurus, lebar & tebal
  • gandhik tanpa ornamen
  • pejetan dangkal
  • sogokan rangkap (depan–belakang)
  • tidak kaya ricikan
  • lebih mengutamakan ketegasan bentuk daripada keindahan pamor

Bentuk ini bukan kebetulan. Ia memuat makna maknawi burung Jalak, terutama bagian kepala dan paruh—sebagai simbol penjaga rakyat tani.

Filosofi Asal-Usul – Berdasarkan Serat Pustaka Raja Purwa

Menurut Serat Pustaka Raja Purwa, awal mula dhapur Jalak berhubungan dengan Prabu Sri Samaratungga, Raja Mataram Budha yang memerintah sekitar tahun 792–835 M.

Raja ini dikenal bijaksana, rendah hati, dan suka blusukan. Ia sering menyamar sebagai rakyat desa untuk menyaksikan langsung kehidupan petani.

Dalam sebuah perenungan, Sang Prabu mendapat wangsit:

“Jika rakyat ingin sejahtera, muliakanlah Jalak (penjaga hidup para petani).”

Burung Jalak menjadi inspirasi karena:

  • Melambangkan kejujuran
  • Selalu hidup dalam kebersamaan
  • Menjaga keseimbangan alam
  • Membersihkan hama
  • Melambangkan pelindung kehidupan agraris

Atas titah Sang Raja, para empu keraton mencipta keris yang memuat sifat burung Jalak. Lahirnya dhapur Jalak Budho menjadi penanda era awal estetika keris Nusantara.

Prabu Samaratungga lalu memaklumatkan:

“Sun muliakake Sang Jalak Budha dados raksa naga-ra.”
(Aku muliakan Jalak Budho sebagai penjaga negara.)

Dari sini, Jalak Budho menjadi keris pusaka negara : simbol pengayom, pelindung dan penjaga keseimbangan negara agraris Mataram Budha.

Simbolisme Maknawi Keris Jalak Budho
1. Kepala Burung Jalak → Pejetan & sogokan

  • Pejetan = dahi Jalak
  • Sogokan depan = paruh atas
  • Sogokan belakang = paruh bawah & leher

Ricikan ini bukan estetika semata, tapi bentuk visual maknawi dari burung Jalak sebagai penjaga.

2. Lambang Kebersamaan Raja & Rakyat

Jalak Budho mengajarkan bahwa:

  • Negara kokoh karena rakyat tani
  • Pejabat harus turun ke rakyat
  • Kekuasaan tanpa pengayoman = parasit.

Itulah sebabnya Jalak Budho selalu dikaitkan dengan jiwa kepemimpinan yang membumi.

3. Filosofi Kehalusan Budi

Burung Jalak, meski kecil, mampu membawa manfaat besar.
Begitu pula keris ini: tidak pamer pamor, tidak memamerkan keindahan. Namun ruh-nya tua, adem, njawani dan menjadi sesepuh dari seluruh keris.

HUBUNGAN DENGAN KERIS TINDIH (KABUDHAN)

Keris Jalak Budho masuk kategori Kabudhan, yaitu keris sangat tua yang sering ditemukan:

  • Sungai mati
  • Sawah kuno
  • Bekas kuburan
  • Daerah erosi sungai
  • Lahan ladang yang telah berabad-abad hilang

Keris Kabudhan mempunyai sifat:

  • Adem.
  • Netral.
  • Menyeimbangkan energi.
  • Meredam panas pusaka lain.
  • Menjadi guru bagi keris-keris muda.

Inilah alasan Jalak Budho dianggap keris tindih paling tua.

TANGGUH MEDANG KAMULAN
Kelanjutan Mataram Kuno : Masa Isyana (± 929–1016 M)

Medang Kamulan (atau Medang di Jawa Timur) adalah kelanjutan langsung dari Kerajaan Mataram Kuno yang sebelumnya berpusat di Jawa Tengah.

Ketika Gunung Merapi meletus dan menghancurkan pusat pemerintahan Mataram, Mpu Sindok memindahkan kerajaan ke Jawa Timur (tahun 929 M).
Di sinilah lahir:

  • Dinasti Isyana.
  • pusat pemerintahan baru di Watan Mas.
  • kebangkitan budaya, seni dan teknologi metalurgi.

Poin-Poin Historis
1. Pendiri: Mpu Sindok (Rakai Halu Dyah Wawa)

Mewarisi legitimasi Raja Mataram Kuno. Berperan memindahkan pusat pemerintahan dan membuka era baru.

2. Corak Keagamaan

  • Mataram Tengah ( Budha ).
  • Medang Timur ( Hindu-Siwa ).

Perubahan ini mempengaruhi seni pembuatan keris, terutama bentuk-bentuk sederhana seperti Jalak Budho.

3. Masa Kejayaan di Era Airlangga (1019–1045)

Airlangga membangun:

  • pelabuhan Hujung Galuh (cikal bakal Surabaya).
  • waduk & irigasi besar.
  • sistem kependudukan stabil.

Era Airlangga dikenal sebagai fase kemakmuran Jawa Timur kuno.

4. Keruntuhan Tahun 1016 M

Medang diserang oleh pasukan Sriwijaya. Raja Dharmawangsa gugur dalam peristiwa pralaya.
Setelah itu wilayah terpecah menjadi:

  • Kerajaan Kediri.
  • Kerajaan Janggala.

Tags: , , , , , , ,

Bethok Jalak Budho Medang Kamulan

Berat 1000 gram
Kondisi Bekas
Dilihat 82 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Sejarah Keris
● online
Sejarah Keris
● online
Halo, perkenalkan saya Sejarah Keris
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja