Keris Sempana Bungkem Pajajaran
Rp 20.000.000 Rp 22.222.000| Kode | 064 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Keris Kuno |
Keris Sempana Bungkem Pajajaran
Keris Sempana Bungkem
Keris Sempana Bungkem sebuah dhapur yang sejak awal tidak diciptakan untuk sekadar indah dipandang, melainkan untuk mengajarkan laku hidup. Ia adalah pusaka yang berbicara tentang pengendalian, keteguhan, dan kedewasaan batin.
Ciri paling otentik dan mudah dikenali dari dhapur ini adalah sekar kacang mbungkem, sekar kacang yang tidak membuka ke depan sebagaimana lazimnya, melainkan menancap dan menyatu dengan gandhik, seolah “menutup mulut”. Dari sinilah istilah bungkem berasal.
Dalam kepercayaan lama, Keris Sempana Bungkem dikenal memiliki angsar membungkam lawan, menundukkan musuh, dan meredam niat buruk. Namun bagi mereka yang memahami laku Jawa lebih dalam, makna utamanya jauh melampaui kemenangan lahiriah.
Filosofi Bungkem: Menundukkan Musuh di Dalam Diri
Keris Sempana Bungkem dengan luk sembilan menyimpan pesan adiluhung:
bahwa musuh terbesar manusia bukanlah orang lain, melainkan hawa nafsunya sendiri.
Luk 9 melambangkan babahan hawa sanga (sembilan pintu hawa nafsu yang harus dikendalikan), yaitu:
- Mata
- Telinga
- Hidung
- Mulut
- Kemaluan
- Saluran pembuangan
- Pikiran
- Hati
- Rasa (jiwa terdalam)
Sekar kacang yang “mbungkem” mengajarkan agar manusia mampu menutup, mengendalikan, dan menahan sembilan jalur hawa tersebut. Inilah makna puasa sejati dalam laku Jawa: bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menyaring pikiran, ucapan, dan rasa.
Ketika seseorang mampu membungkam hawa sanga, ia dipercaya akan:
- lebih jernih dalam berpikir,
- lebih bijak dalam bertindak,
- lebih selaras dengan alam dan semesta,
- serta lebih dalam menjalani perannya sebagai manusia.
Pamor Slewah — Dua Wajah, Dua Kekuatan
Keris ini memiliki pamor Slewah, yakni pamor yang berbeda pada masing-masing sisi bilah, sebuah garap yang tidak umum dan bernilai tinggi. Sebagian kalangan menyebutnya sebagai pamor dwi warna.
Perbedaan pamor ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol keseimbangan dua sisi kehidupan:
lahir dan batin, perlindungan dan rezeki, ketenangan dan dinamika.
Sisi Pertama: Pamor Wengkon Isen
Pada satu sisi bilah terdapat Pamor Wengkon Isen.
- Wengkon berarti bingkai atau pagar.
- Isen berarti isian.
Pamor ini melambangkan perlindungan berlapis, penjagaan dari marabahaya, penyakit, nasib buruk, dan kejadian tak terduga. Ia ibarat pagar batin yang membingkai kehidupan pemiliknya, menjaga dari gangguan lahir maupun gaib.
Sisi Kedua: Pamor Mrutu Sewu
Sisi lainnya berpamor Mrutu Sewu, pamor yang menggambarkan gerombolan titik-titik kecil tak beraturan, menyerupai kawanan serangga mrutu.
Dalam tradisi Jawa:
Sewu tidak selalu bermakna angka harfiah, melainkan jumlah yang banyak dan terus berdatangan.
Pamor ini dipercaya membawa tuah rezeki yang datang tak terduga, peluang yang “menyerang” tanpa disangka asal dan waktunya.
Sebagian kalangan juga meyakini pamor Mrutu Sewu sebagai pamor:
- pembuka jodoh,
- pelaris alami,
pamor non-pemilih, sehingga relatif cocok untuk siapa pun.
Tangguh Pajajaran — Jejak Keagungan Tanah Sunda
Keris ini ditengarai berasal dari tangguh Pajajaran, sebuah era yang tidak hanya besar secara politik, tetapi juga luhur secara budaya dan spiritual.
Kerajaan Pajajaran adalah puncak dari perjalanan panjang peradaban Sunda, kelanjutan dari:
- Tarumanegara
- Galuh
- Kawali
- Sunda
Berdasarkan Prasasti Sanghyang Tapak, Pajajaran berdiri sekitar abad ke-10 Masehi di bawah Sri Jayabhupati, dan mencapai masa keemasan pada era Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) pada abad ke-15.
Di masa inilah nilai silih asah, silih asih, silih asuh dijalankan:
- saling mengasah pengetahuan,
- saling mengasihi,
- saling menjaga.
Rakyat hidup tenteram, pertahanan kuat, dan budaya berkembang pesat. Keris-keris dari masa ini umumnya memancarkan wibawa halus, tidak agresif, namun sangat dalam kekuatan batinnya.
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Keris Sempana Bungkem Pajajaran
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 44 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Keris Brojol Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Tuban Era Singosari merupakan pusaka klasik Nusantara yang mencerminkan kesederhanaan luhur, kekuatan batin, serta kemapanan hidup. Dhapur Brojol dikenal sebagai keris tua yang sarat makna filosofi, sementara pamor Pendaringan Kebak menjadi simbol rezeki berlimpah dan keberkahan tanpa henti. Keris dengan karakter seperti ini pada masanya banyak dimiliki oleh tokoh… selengkapnya
Rp 7.555.000 Rp 9.000.000Jenis: Keris Luk 9 Dhapur: Sempana Pamor: Lintang Kemukus Tangguh: Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 7.500.000 Rp 8.625.000BETHOK PASOPATI Bethok Pasopati adalah salah satu bentuk pusaka paling ikonik dalam dunia tosan aji. Berbeda dari keris standar, bethok memiliki bentuk bilah tebal, pendek, lurus, dan dibuat dengan tujuan efisiensi, kekuatan, dan kecepatan. Ia dirancang sebagai senjata jarak dekat, alat perlindungan, sekaligus pusaka simbolik yang melambangkan ketegasan seorang ksatria. Ketika bethok bersanding dengan Pasopati,… selengkapnya
Rp 15.500.000 Rp 18.500.000Dhapur Tilam Upih Keris Tilam Upih adalah salah satu dhapur keris lurus tertua dan paling dihormati dalam tradisi Jawa.Nama Tilam (alas tidur) dan Upih (pelepah pinang) mengandung filosofi: kesederhanaan, ketenangan, perlindungan, kenyamanan lahir dan batin. Secara pakem, Tilam Upih melambangkan: pemimpin atau pribadi yang mampu memberi rasa aman, teduh, dan perlindungan bagi lingkungannya. Karena sifatnya… selengkapnya
Rp 45.500.000 Rp 48.000.000Jenis Pusaka : Keris Luk 9 Dhapur : Sempono Pamor : Wos Wutah Tangguh : Segaluh ( Abad 12 ) Model Warangka : Gayaman Surakarta Bahan Warangka : Kayu Timoho Model Pendok : Blewah Cukit Lung Gandu Bahan Pendok : Kuningan Keris Tangguh Segaluh Abad 12 Keris Tangguh Segaluh adalah salah satu kategori tangguh paling… selengkapnya
Rp 13.333.000 Rp 15.332.950Jenis : Luk 9 Dhapur : Sempana Pamor : Pancuran Mas Tangguh : Pajajaran Warangka : Ladrang Surakarta Iras Bahan : Trembalo Pendok : Blewah Cukit Bahan : Kuningan Filosofi Pamor Pancuran Mas (Simbol Kemakmuran, Kedermawanan dan Aliran Berkah yang Tidak Pernah Terputus) Pamor Pancuran Mas merupakan salah satu pamor paling populer dan sarat doa-doa… selengkapnya
Rp 25.555.000 Rp 29.388.250Jenis: Keris Lurus Dhapur: Putut Pamor: Kulit Semangka Tangguh: Tuban Pajajaran Warangka: Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Timoho
Rp 4.444.000DHAPUR TILAM UPIH Keris Tilam Upih adalah salah satu dapur lurus yang paling populer karena maknanya sederhana namun sangat dalam. Tilam Upih berarti tikar atau alas tidur yang terbuat dari pelepah pinang. Maknanya: • Kesederhanaan yang membawa kecukupan. • Rumah tangga yang tenteram tanpa hiruk pikuk. • Kesetiaan, kestabilan, dan keteduhan batin pemiliknya. Keris ini… selengkapnya
Rp 15.555.000 Rp 18.500.000Keris Carang Soka Keris Carang Soka dimaknai sebagai ranting pohon yang sedang berada dalam kesedihan, namun tidak mati. Ia tetap melekat pada batang kehidupan. Filosofi ini menggambarkan manusia yang mengalami duka, cobaan, kehilangan, atau kepedihan, tetapi tetap dituntut untuk kuat, sabar, dan melanjutkan hidup. Secara bahasa: Carang berarti ranting pohon Soka berarti sedih atau duka… selengkapnya
Rp 7.555.000 Rp 9.000.000Dhapur Jangkung Tebu Saoyotan Keris Jangkung Tebu Saoyotan Pamor Keleng Tangguh Kediri, salah satu pusaka yang sangat diburu kolektor dan pecinta keris. Sebuah pusaka keris berkarakter tegas, berwibawa, dan menyimpan tuah keteguhan, ketangguhan, serta perlindungan tinggi. Dhapur Jangkung Tebu Saoyotan dikenal sebagai dhapur penegak kekuatan lahir batin, sedangkan pamor Keleng menghadirkan aura misterius, teduh, namun… selengkapnya
Rp 9.999.000 Rp 11.498.850









Keris Tilam Sari Pamor Kenanga Ginubah
Keris Tilam Upih Pamor Simbang Kurung
Keris Carita Keprabon Sultan Agung
Keris Pasopati PB IX Garap Dalem
Keris Sempana Luk 9 Segaluh
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.