Keris Nogo Siluman Sultan Agung
Rp 55.555.000 Rp 65.555.000| Kode | 050 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Masterpiece |
Keris Nogo Siluman Sultan Agung
KERIS NOGO SILUMAN
Keris Nogo Siluman merupakan salah satu dhapur yang sudah muncul pada periode akhir Majapahit hingga awal Mataram Islam, namun mencapai puncak penggemar pada masa Sultan Agung (1613–1645).
Pada periode Sultan Agung, banyak pusaka yang dibuat sebagai simbol:
- keteguhan, kewibawaan, dan kemakmuran negara
- Lambang hubungan antara Raja sebagai jagad cilik dengan Ketuhanan sebagai jagad ageng.
Dhapur Nogo Siluman dikenal sebagai keris bermakna perlindungan gaib tingkat tinggi. “Siluman” bukan berarti jahat, melainkan sosok hyang naga yang bersemayam di alam halus dan menjadi penjaga pemiliknya.
Penggunaan kinatah emas identik dengan:
- Status bangsawan atau pejabat keraton
- Persembahan kerajaan
- Pusaka yang diproduksi oleh Empu istana
Pada masa Sultan Agung, kinatah emas digunakan bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga simbol kejayaan, kemuliaan, dan wewenang penguasa.
FILOSOFI NOGO SILUMAN
Nogo Siluman memiliki makna spiritual yang sangat dalam:
1. Penjaga Gaib & Penolak Bala
Naga dalam budaya Jawa adalah simbol penjaga batas antara dunia manusia dan dunia halus.
Energinya dipercaya:
- menangkal serangan halus,
- menyingkirkan energi negatif,
- menjaga pemilik dari niat buruk manusia.
2. Tuah Kewibawaan Raja
Energi naga identik dengan panguwasa (penguasa).
Pemiliknya dipercaya memancarkan aura:
- wibawa tinggi
- kharisma pemimpin
- kemampuan mengendalikan massa dan keadaan
3. Rahayu & Rejeki Mengalir
Dalam ikonografi Jawa, naga juga lambang:
- kesuburan
- kelimpahan
- keberuntungan yang mengalir seperti air
4. Keseimbangan Batin
Nogo Siluman bukan hanya menguatkan aspek luar, tetapi juga:
- menenangkan emosi
- menumbuhkan kebijaksanaan
- membuat pikiran lebih jernih dalam mengambil keputusan
TUAH & KARAKTER ENERGI
Keris ini memiliki kombinasi energi:
- Proteksi tinggi
- Wibawa kuat
- Karisma pemimpin
- Rejeki lancar
- Penjagaan gaib dari serangan halus atau manusia
Energinya tebal, dingin, dan stabil, khas pusaka tangguh Mataram Sultan Agung.
Pengguna akan merasakan:
- lebih tenang
- lebih yakin
- lebih dihormati
- lebih mudah diterima dalam lingkaran sosial maupun urusan resmi
KEISTIMEWAAN KINATAH EMAS
Kinatah emas bukan sekadar pemanis, melainkan penanda:
1. Status bangsawan / pejabat era Sultan Agung
Tidak semua orang boleh memakai emas pada keris. Hanya mereka yang memiliki jabatan atau izin khusus.
2. Energi lebih kuat
Emas dipercaya sebagai media yang:
- mengunci energi
- memurnikan aura
- memperkuat tuah pusaka
3. Nilai Kolektor Sangat Tinggi
Keris kinatah dari era Mataram memiliki nilai seni dan sejarah yang dicari kolektor seluruh Nusantara.
- Jenis Pusaka : Keris Luk 5
- Dhapur : Nogo Siluman
- Pamor : Pulo Tirto
- Kinatah : Emas (Kinatah Lung-Lungan / Ornamen Mataraman )
- Tangguh : Mataram Sultan Agung (abad 17)
- Warangka : Branggah Yogyakarta, Bahan Kayu Timoho
- Pendok : Bunton Jogja, Bahan Tembaga
Kunjungi : Mengenal Tangguh Keris
Tags: keris naga siluman luk 3, keris nogo rojo, keris nogo siluman luk 11, keris nogo siluman luk 13, keris nogo siluman luk 7, keris nogo siluman luk 9, Keris Nogo Siluman Sultan Agung, khasiat keris nogo siluman luk 7, Pamor Pulo Tirto, tuah keris nogo siluman luk 5
Keris Nogo Siluman Sultan Agung
| Berat | 2500 gram |
| Kondisi | Bekas |
| Dilihat | 69 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
DHAPUR PASOPATI – LAMBANG KEPEMIMPINAN & KETEGUHAN 1. Ricikan Dhapur Pasopati Keris Pasopati adalah salah satu dhapur keris lurus paling populer karena nilai simbolik dan filosofi kepemimpinannya. Secara teknis Pasopati memiliki ciri-ciri: Kembang Kacang Pogog Jalen (ri pandan) Lambe Gajah satu Sogokan Rangkap Tikel Alis Sraweyan Greneng Memakai ada-ada Permukaan bilah nggigir sapi Bentuk bilah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMakna & Filosofi Dhapur Nogo Sosro Keris Nogo Sosro merupakan salah satu dhapur keris paling berwibawa dan sakral dalam tradisi Jawa. Kata Nogo (naga) melambangkan: kekuatan, kewibawaan raja, penjaga keseimbangan alam. Sedangkan Sosro (seribu) bermakna: kelimpahan, kekuasaan besar, pengaruh luas. Nogososro secara tradisional dikaitkan dengan: kepemimpinan tinggi, kewibawaan, dan kharisma penguasa. Keris dhapur ini dahulu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Luk 13 Dhapur / Bentuk : Singo Barong Kinatah Emas Pamor / Gambar : Udan Mas Tiban Meteor Tangguh / Est Era Pembuatan : Mataram Era Senopaten Panjang Bilah : 35,1 cm Warangka : Branggah Jogjakarta Bahan Rangka : Kayu Timoho Pelet Sampir Handle / Gagang : Kayu Trembalu Pendok : Bunton… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJenis Pusaka : Keris Luk 13 Dhapur : Nogo Rojo ( Kinatah Emas Kamarogan ) Pamor : Wos Wutah Tangguh : Mataram Sultan Agung Warangka : Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Nagasari Pendok : Blewah Kemalo Merah Bahan : Tembaga
*Harga Hubungi CSSEJARAH & FILOSOFI JALAK BUDHO KUNO (Dhapur Purba dari Zaman Mataram Budha – Sesepuh Tertua dalam Dunia Tosan Aji) Dari berbagai penemuan arkeologis, para ahli sepakat bahwa dhapur Jalak Budho merupakan salah satu bentuk keris paling tua di Nusantara. Bahkan dianggap sebagai cikal bakal dhapur jalak yang kita kenal hari ini. Kenapa Jalak ? Karena… selengkapnya
Rp 28.888.000 Rp 33.221.200Jenis Pusaka : Keris Luk 13 Dhapur : Parungsari Pamor : Keleng Hurap Tangguh : Sedayu Majapahit ( Empu Supo ) Warangka : Gayaman Surakarta Bahan : Kayu Cendana Wangi Lamen Pendok : Blewah Motif Modang Bahan : Tembaga Tangguh Sedayu – Empu Pangeran Sedayu (Legenda, Sejarah dan Warisan Estetik Keris) Dalam khazanah tosan aji… selengkapnya
*Harga Hubungi CS






Papan Nama Jabatan Kayu Jati
Warangka Keris Ladrang Surakarta Bahan GG
Keris Carang Soka Pamor Pancuran Mas
Keris Sempana Bungkem Pajajaran
Keris Tilam Sari Pamor Tunggul Wulung
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.